Sebagai gitaris, begitu banyak waktu yang anda habiskan untuk mempelajari akord. Kalo udah cukup lama bermain gitar, anda mungkin telah menemukan beberapa tangga nada yang asik. Kalau benar demikian, mengapa solo anda masih terdengar kurang oke? Mengapa anda seolah-olah hanya luntang-lantung di antara tangga nada, tidak yakin nada mana yang harus anda pilih? Ataukah anda hanya memainkan ulang licik-licik basi yang selalu anda mainkan?

Kunci memainkan solo gitar yang baik adalah merespon pengiringan. Dengan kata lain, anda harus mengikuti akord yang dimainkan. Jika anda tahu arpeggio anda, pilihan nada anda akan selalu berkaitan dgn akord lagu. Dengan pedoman ini, permainan anda akan kebih melodis, lancar, dan akurat.

Apa arti arpeggio? Arpeggio adalah nada-nada akord yang dimainkan satu per satu.

Jadi, jika saya memainkan nada-nada akord D satu per satu, ini bisa disebut arpeggio? Itu merupakan salah satu jenis arpeggio, namun umumnya dgn manfaat yg lebih banyak kita memainkan semua nada yang secara alami muncul dalam akord (bukan hanya nada-nada dalam kotak akord gitar standar). Kadang-kadang ini berarti memainkan lebih dari satu nada per senar.

Apa beda tangga nada dan arpeggio? Tangga nada biasanya adalah nada-nada dalam kunci lagu yang bersangkutan. Arpeggio adalah nada-nada dari akord yang dimainkan saat itu. Jadi, sebuah lagu bisa jadi hanya terdiri atas satu tangga nada asal namun menggunakan banyak arpeggio yang berbeda.

Banyak gitaris terkenal memainkan arpeggio. Seperti, Django Reinhardt, Mark Knopfler, Brian May, David Gilmour, George Harrison, Jimi Hendrix…Hampir semua gitaris memainkannya, kecuali beberapa gitaris blues yang lebih tua. Semoga dgn tulisan ini, bermanfaat bagi para gitaris-gitaris pemula seperti saya.