PENGERTIAN AKUNTANSI

  1. Pengertian dan Tujuan Akuntansi

Banyak orang yang mengatakan, bahwa akuntansi sama dengan tata buku. Itu tidaklah demikian, sebab tata buku merupakan bagian dari akuntansi. Untuk dapat mengetahui perbedaan antara kedua itu, lebih dulu hendaklah diketahui tentang apa yang dimaksud dengan tata buku.

            Tata buku ialah pencatatan secara sistematis segala transaksi yang terjadi dalam suatu perusahaan.

Yang diartikan dengan transaksi ialah tiap peristiwa yang mempengaruhi keadaan keuangan sesuatu perusahaan, seperti  mebeli barang, menjual barang, membayar utang,  dan sebagainya. Jadi penata buku adalah seorang yang kerjanya melaksanakan transaksi-transaksi. Boleh dikatakan, bahwa pekerjaan penata buku adalah bersifat tulis-menulis, yang kemudian dalam abad kedua puluh pada beberapa perusahaan beasar serta modern sudah ada yang dibantu dengan alat-alat mekanik atau elektronik.
Seorang mungkin dapat menjadi penata buku yang cakap dalam beberapa minggu atau bulan saja, tetapi untuk menjadi seorang akuntan professional memerlukan studi dan pengalaman beberapa tahun. Sebagai mana tadi telah dikatakan, tata buku merupakan bagian dari akuntansi. Jadi bidang akuntansi lebih luas dari bidang tata buku.

Akuntansi adalah seni pencatatan, pengklasifikasian dan pengikhtisaran menurut cara yang berarti dan dinyatakan dalam nilai uang transaksi-transaksi dan peristiwa-peristiwa yang sedikit-sedikitnya bersifat finansial dan menginterprestasikan hasilnya.

Dari definisi di atas dapat diambil kesimpulan berikut sebagai apa yang sebenarnya tujuan akuntansi, yaitu :

  1. Mencatat secara sistematis transaksi-transaksi perusahaan sehari-hari  menurut kejadiannya yang sebenarnya;
  2. Mengklasifikasikan, artinya menyusun transaksi-transaksi yang telah dicatat itu kedalam kelompok-kelompok, sehingga dari informasi yang sangat luas serta terperinci terwujud sebuah susunan yang rapi dan dapat digunakan;
  3. Memproses sedemikian rupa data-data yang telah diklasifikasikan itu sehingga diperoleh ikhtisar-ikhtisar yang dapat digunakan sebagai laporan-laporan keuangan;
  4. Menginterpretasikan laporan-laporan  keuangan itu dengan jalan membandingkan keadaan keuangan pada suatu waktu dengan laporan-laporan yang menunjukkan  keadaan keuangan pada waktu yang lain, dan menganalisa perubahan-perubahan yang telah tejadi dalam kedudukan keuangan dari masa ke masa.

Perlu diketahui, bahwa bidang akuntansi dalam praktek tidak terbatas kepada apa yang dituturkan oleh definisi di atas. Akuntansi juga merencanakan sistem-sistem akuntansi (accounting systems) atau sitem-sitem pencatatan, merencanakan anggaran belanja (budgeting), mempelajari biaya pokok (cost accounting), melakukan pemeriksaan pembukuan (auditing) dan menguruskan penyelesaian pajak-pajak (tax accounting).